Tuesday, June 12, 2007

The 3rd Position for Polygamy

The pain and the anger of women and wives may persist for a long time and may can’t even be cured when a renowned preacher whose followers and admirers were mostly women from different religions, had decided to marry a second woman.

Women felt betrayed, some men as well, as their dreams of a role model for a happily monogamous family had been destroyed, also raised fears that husbands and men in general would follow suit. The dust might be settled down, but the fear and the agony remains.

It will never be an obsolete issue. Some of you may be facing it, or may be it’s affecting one of your relatives or close friends.

Polygamy has its dark and bright sides. People, however, have different opinions of which one is more dominant, and it’s normal. My ignorant opinion says that it’s highly contextual, and hence it should be seen as case by case basis. A generalization will only give birth to tyranny of majority, or tyranny of minority.

Do I support polygamy or oppose it?

The answer is I respect both group of people. That’s what I call the third position for the polygamy’s debate. I respect those who have decided to practice polygamy, as they have every right to do so. I believe that it’s not an easy decision for everyone involved and for the greater families as well. Some might have valid reasons, others might have merely justifications. It’s still, however, a hard and courageous decision. I might have ever been thinking about it, but I have no such courage, and I respect my wife who opposes it.

Likewise, I respect those who do not want to practice it. It’s an individual choice, individual life, not a group one. It’s definitely not a completely bright or dark situation. In a place where there is only light, no element of darkness, people will be totally blind. Nothing can be seen, as all is white. Total darkness makes people blind too.

We can make a long list of the dark sides of polygamous marriages. There are plenty of horrendous examples as well. We can, however, make another equally long list of the bright sides of polygamous marriages. Both lists are correct, but both highly depend on the context. To me, there’s no absolute right or absolute wrong, when it is related with people’s opinion and / or interpretation.

Well, can we let people choose their own path of lives then, and respect their decisions, whatever they are, or can’t we?

18 comments:

  1. Kadang banyak orang yang tidak bisa menerima jalan hidup orang lain. Baik itu dari segi positif maupun negatif. Tapi banyak orang yang senang jika melihat jalan hidup orang yang disisi negatif itu sudah diambang keruntuhan.

    Nyambung gak Mas!!!Rada mabuk nih, kebanyakan makan duren.

    ReplyDelete
  2. poligami sudah lama ada, bahkan jaman rasul pun sudah ada..namun di negeri ini poligami dijadikan hal yang tabi hinnga seorang tokoh di indonesia ini yang pernah poligami pun dijadikan bahasan yang hangat hingga ke bagian legislatif..wew..jika mampu, silahkan..(hayah cempluk ngomong apa aja seh)

    ReplyDelete
  3. bener sih, kita harus menghargai keputusan org lain. Kalo toh berpendapat A atau B, itukan utk diri sendiri aja. Dan semua memang harus dilihat konteksnya, bukan hanya yg asal suka kawin aja. Nah, kalo jenis yg terakhir ini, yg suka kawin, dia gak perlu mikir lama2 utk mutusin tuh.

    ReplyDelete
  4. poligami itu merk mie instan baru ya pak?? enak gak??
    coba nanti aku cari di supermarket mie instan merk poligamie, xixixixi

    ReplyDelete
  5. ya....
    berpoligami atau menentang poligami masing2 adalah keputusan yg harus dihargai....
    mereka memutuskan utk menjalaninya seharusnya sdh paham akan konsistensi yg akan di dapatnya.....

    dan saya menentang poligami....

    ReplyDelete
  6. Poligami memang hak pribadi, sah2 aja kalo seseorg mau bpoligami, tp sy sbg wanita menentang poligami kalo selama alasannya amat sangat tidak bisa ditrima. Yang kena gak enaknya wanita juga.

    ReplyDelete
  7. saya sangat tidak setuju dengan polygami...apapun alasannya...karena buat saya polygami menyulut "peperangan" antara wanita2 yg mau dimadu....serius tenan kiy

    ReplyDelete
  8. Maybe I am in the 4th position for polygamy's debate.
    Saya tidak setuju poligami, karena hal itu dilarang dalam Islam, yang diperbolehkan adalah punya istri 4.
    Poligami artinya kan boleh punya bini banyak (lebih dari 1, bisa 25).Jadi mestinya jangan pake istilah poligami, pake saja istilah 4 istri, atau supaya keren pakai istilah Fantastic Four. he.he.he.

    Kalo ada yang mau punya istri 2-4, saya sih mendukung saja asal diumumkan ke publik. Walimah/ public expose setahu saya hukumnya wajib, gunanya agar tidak ada pergunjingan/ tuduhan zina.

    Lelaki sejati tidak akan menyembunyikan istri ke 2-4.
    Kalo "Borok", emang kudu ditutupi dan disembunyikan.

    ReplyDelete
  9. Ha ha. Comment Pak Harry, mantap.
    Bener banget.
    Banyak yang poligami diam2.
    Termasuk yang menentang poligami di muka umum, padahal secara diam2 punya istri simpanan.
    Yg kayak begini harus diberantas.
    Poligami boleh aja asal milih jalur yang benar.
    Dengan demikian publik bisa mengawasi, apakah seseorang berlaku adil atau nggak.

    ReplyDelete
  10. Hidup adalah tentang pilihan. Pilihan-pilihan yang tidak terlepas dari resiko-resiko. Semua orang boleh memilih jalan hidupnya.
    Dan kita tidak bisa memandang segala hal hanya dari hitam putihnya saja. Kan?

    ReplyDelete
  11. Eh lupa, kalo aku sih tetep, say no to poligami :)

    ReplyDelete
  12. kenny9:45 AM

    meski gak setuju ama poligami tapi tetep bisa menghargai keputusan seseorang yg berpoligami, tergantung masing2 pasangan(akur apa nggak). Memang kliatan menyedihkan klo kita liat dari luaran, didalam hanya mereka yg bisa tahu.

    ReplyDelete
  13. is this a hot topic back home? who's about?
    poligamy doesn't belong in this era. it belongs in the era when it was established, and for a pure generous advantage.

    Now a days, can you tell me what the bright side is? except for the man who shares bed with more than one woman, none!! even if the wife agree(which is rare), it will never be a fair deal. how about the kids, how about the feelings, how about quality time??! and in most cases are, the man did poligamy without the wife knowing, which is an absolute harrasment for the wife and family. you can't only think for yourself and the wives, but to the entire family affected. i can only imagine that happens to me....
    So, either it's for the greater good to the women that's been poligamized, i don't think poligamy is a choice for our generation.

    ReplyDelete
  14. saya juga gak berpikir poligami adalah hal yang tepat untuk masa sekarang, udah out-of-date laah, bingung terkadang, gmana ngurusinnya ya kalo poligami, huhu, coba suruh nonton berbagi suami dulu

    ReplyDelete
  15. it's very difficult for a women to accept polygamy. tapi fakta berbicara jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah pria jadi poligami mungkin salah satu solusi masalah pernikahan. aku sendiri nggak setuju ama poligami :)(dasar cewek!)

    ReplyDelete
  16. Walaupun aya termasuk yang bisa menghargai perbedaan pendapat, tapi untuk urusan berbagi suami, kayaknya aya harus bilang gak setuju deh. Secara theoritical sih tampaknya mudah tuk diterima, tapi praktiknya [hmmm....pessimistic mode:on]

    ReplyDelete
  17. bagiku poligami hanya sebuah pilihan dalam Islam bukan saran. seperti juga perceraian yang halal, namun tidak disukai Allah. Allah menciptakan hukum2Nya karena tahu sikon makhlukNya, apa2 saja yg mungkin menimpa mrk. Poligami bukan pilihanku dan suami insya Allah.

    Jadi pilihan poligami situasinya sangat individual sekali dan darurat menurutku, misal saat istri yg terus2an sakit (parah) ikhlas suaminya kawin lagi. Nah giliran suami mestinya sabar gak buru2 kawin lagi, tapi ya ttp individual alasannya.

    tapi aku tetap kecewa kalau seorang panutan agama menikah karena alasan syahwat walau tetap saja halal drpd berzinah. kalau mau ikut Rasul, byk janda tsunami yg bisa dinikahi Aa Gym (terus terang nyebutin nama nih). Tapi apa beliau mau nikahin janda tua sudah keriput trus anaknya 9? byk tuh di aceh

    ReplyDelete
  18. poligami secara tidak langsung telah membohongi salah satu fihak mengapa saya mengatakan demikian jelas lah waktu nyari istri yang ke 2 pasti telah membohongi istri pertama yang waktu pacaran dulu mengatakan hanya kamu milik ku seorang untuk selamanya tapi pada akhirnya nikah juga ama yang lainya
    aq orang yg menentang poligami

    ReplyDelete