Saturday, October 27, 2007

A few thoughts for Corruptors

Corruptors are real persons. They can be our brothers, sisters, moms, dads, aunties, uncles, sons, daughters, other relatives, close friends, teachers, bosses, neighbors, or even ourselves. So are bribers or suborners.

This posting is only a few thoughts intended for those who happen to be corruptors, or are part of the corruptors' inner circles. It may also be useful though for those who will be corruptors, as life sometime gives us not many choices.

Many corruptors are actually good men or women. They really are. They cried, even only in their hearts and only for a few seconds, for their deeds and for the lack of strength they had to avoid it.

Now that they have the hot money in their hands, in many different forms, and in many different places or countries. What shall they do with the money to lessen the pains? Normally, it's not comfortable for them to give the money back to the government coffers, unless they are caught, prosecuted, found guilty and ordered to return it, and go to jail.

Experts say that GDP growth of 6% plus a few decimals is only sufficient to create positions equal to the number of new job seekers entering the job market every year. There are, however, already around 10 million people with no jobs struggling to find a place to work, and another 30 million people are partially employed. It's about 40% of our total workforce. It's huge.

The government optimistically forecasts a 6.8% of economic growth for 2008, up from 6.3% for this year, despite the slow down in global economy.
It's still however far than enough to reduce the high number of unemployment rate, and number of people who live under poverty line which stood around 40 million, some even say 100 million or almost half of our population.

One of the drivers of the economic growth is consumer spending. The more we spend money to purchase products or services, up to certain level, the better it will be for the economy. The challenge is then how to increase the consumer spending to purchase local products instead of imported ones. This will help local industry to grow, improve their production technology and competitiveness, and create more permanent jobs.

The message to corruptors, and the corruptors' family members, is simple and clear: spend your money to help the local economy to grow. Bring into the country the money deposited in overseas banks, sell overseas properties, convert them into rupiahs, and spend them to help the local industry.

Since there are huge number of corruptors and would be corruptors in the country, there's a tremendous potential economic power in their hands.

Corruptors will still probably be punished for the corruption acts they committed, but they still can be proud of themselves for the little contribution they may give to the fellow countrymen.

8 comments:

  1. Menurut saya koruptor itu maling paling jahat. Sayangnya pemerintah ga serius untuk menumpasnya.
    Jujur aja saya sampai gregetan dengan cara pemerintah yang ga efektif. Oke,mungkin kita terlalu beresiko menerapkan hukuman mati untuk para koruptor ditengah kerapuhan hukum di Indonesia. Tapi sebenarnya ada cara yang menurut saya lebih efektif untuk diterapkan di Indonesia,dengan hukuman sosial,yaitu menciptakan stigma masyarakat bahwa koruptor itu sangat buruk,bahkan lebih buruk dari sampah. Akan lebih baik jika stigma tersebut didukung dengan media komunikasi seperti Iklan dengan bahasa yang merendahkan para koruptor. Memang kelihatannya tidak etis,,tapi bukankah tindakan koruptor tersebut lebih tidak etis?!

    ReplyDelete
  2. hmmm, bener sih pak...

    dan korupsi tuh sekarang sudah menjadi budaya bahkan, entah mungkin budaya yang mengajarkan korupsi??

    btw, cukup setuju kalau bapak bilang para koruptor tersebut sebenarnya mereka aslinya adalah orang2 yang baik, tapi ya itu... karena sistem kita yang ga disiplin, menyebabkan adanya "KESEMPATAN" untuk melakukan hal tersebut...
    palagi ditambah pemakluman disana-sini...

    semua bisa terjadi bukan hanya karna niat, tapi karna ada celah...
    kalau udah gini, malaikatpun bisa jadi setan... :P

    ReplyDelete
  3. "The message to corruptors, and the corruptors' family members, is simple and clear: spend your money to help the local economy to grow".

    itu artinya, kita tetep ngebiarin korupsi tetap berjalan dong.. asalkan para koruptor itu mau, ngebantu perekonomian daerah.. gitu??

    hmm... ini bisa jadi pembelaan buat para koruptor dan jadi celah baru untuk money loundrying..

    kayaknya bakal makin banyak pengusaha2 baru yang setelah melakukan korupsi, akan menjadi semakin kayak dengan cara "bersih".

    klo begitu caranya.. kapan korupsi bisa musnah dari bumi indonesia yang kita cintai ini?

    ReplyDelete
  4. @nanto, mitora, luvie:
    korupsi sudah sedemikian parah, dan masih terus berlangsung sampai hari ini, besok dan seterusnya, dan mungkin lebih parah lagi menjelang pemilu 2009 nanti;

    ada banyak koruptor yg tdk akan pernah tersentuh oleh hukum manusia yg juga rawan korupsi ini, kepada mereka dan keluarga merekalah pikiran sederhana ini dibuat, tanpa bermaksud membenarkan tindakan korupsi atau pun money laundering yg mereka lakukan.

    ReplyDelete
  5. saya rasa koruptor gk bisa dibilang orang baik, mungkin pernah jd orang baik saja..orang baik yg tidak berpikiran panjang...

    ReplyDelete
  6. Koruptor, pelaku tindakan korup. Kata ini berasal dari bahasa ingris = corrupt. Yang berarti:

    KS: 1. jahat, buruk. 2. rusak.
    KKT: 1 menyuap. 2 merusak, mengubah. -kki. merusak

    Kalau dari kata keterangannya ialah:

    Corrupted = yang telah rusak, telah diubah, tidak murni.

    Jadi dari sini kita menarik garis besarnya bahwa korup ialah tindakan2x yang negatif (menyuap, merusak) dan pelakunya (KS) ialah orang jahat, buruk dan rusak.

    ReplyDelete
  7. ini kan satu2 nya jalan buat yg udah kebablasan korupsi he..he..

    ReplyDelete
  8. membahas koruptor yah, emeng koruptor itu tidak punya rasa malu baik itu terhadap temen atau pun kalangan masyarakat pokoknya yang ada dipikiran mereka gimana cara dapet duit banya dan gamapang

    ReplyDelete